Penayangan bulan lalu

Jumat, 12 Februari 2016

Menjadi Pemandu Museum itu .......

Menjadi pemandu museum itu menyenangkan karena bagi saya museum adalah tempat dimana saya bisa mengenal berbagai macam kebudayaan di dunia. Bagaimana tidak, Museum Majapahit tiap hari dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara dan di situlah saya bisa bertukar informasi dengan mereka. Dan percakapan akan semakin mengalir ketika saya sedikit mengetahui tentang kebudayaan di negara nya. Atau si wisatawan itu sendiri tahu sedikit tentang budaya Indonesia. Tentu saja ini akan memudahkan komunikasi karena akan nyambung satu sama lain.

Contohnya kemarin ketika saya memandu Javier dari Chicago, AS. Seorang Hispanic keturunan Mexico. Well....semua mengalir walaupun dengan bahasa inggris saya yang grathul-grathul ketika saya bilang saya mengenal lagu-lagu grup band Chicago dan Peter Cetera nya, saya ngefans dengan ksatria Indian Amerika seperti Geronimo, Sitting Bull dan yang lainnya, juga suku Inca, Maya serta Aztec. Dan juga diskusi tentang Apocalypto nya Mel Gibson yang menurutnya terlalu lebay dalam menggambarkan kekejaman penguasa Suku Maya. Dia bahkan ketawa terbahak2 ketika saya tunjukkan beberapa koleksi foto dan proverb ksatria Indian Amerika di hp saya yang sudah berkedip kedip kuning alias mau mati karena kehabisan batre. Sampai dia heran dan bilang kenapa saya sampai segitu nya pake nyimpen2 foto nya orang Indian segala. Ya saya ngefans nya udah dari jaman SD dulu, Om....batinku hahahahaha. Kan dulu banyak film-film Cowboy jaman Wild West dan pasti ada karakter Indian di dalamnya.

Nah...giliran tadi saya memandu keluarga dari Osaka Jepang, saya bingung karena saya kurang tahu (baca : kurang tertarik) dengan kebudayaan jepang. Masak ya saya harus cerita kalau magic com saya merk nya Miyako ketika saya tahu nama istrinya Mr. Yong itu Mrs. Miyako? Hadeeeehh....akhirnya saya cuma menyinggung tentang bendera Hinomaru dan bilang Arigato ketika mereka pulang seperti hal nya saya bilang Danke, Aufwiedersehen kepada turis Jerman. Karena cuma itu yang bisa saya katakan, selain bilang Ich liebe dich tentunya hahhahaha....


Dengan keluarga Mr. Yong dari Osaka Jepang

So, PR buat saya untuk lebih suka membaca pengetahuan tentang aneka kebudayaan di dunia biar nanti memandu wisatawan asing bisa lebih gayeng lagi sehingga terjadi tukar menukar pengetahuan. Kalo bisa...belajar bahasa asing selain bahasa Inggris tentunya. Itu sekelumit cerita saya tentang bagaimana suka duka nya menjadi pemandu museum, meskipun itu profesi yang ngga ada hubungannya sama sekali dengan ilmu di bangku kuliah dulu. Bagi saya...passion tetap nomor satu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar