Penayangan bulan lalu

Rabu, 03 Juni 2015

Tentang Kebakaran Hutan



Kebakaran hutan di lereng Gn. Arjuno tahun 2014 (dok. Sindonews)   
Baiklah kawan, posting ku kali ini akan membahas soal kebakaran hutan. Apalagi kita sebentar lagi kayaknya akan mulai memasuki musim kemarau jadi kayaknya ini penting untuk diketahui bersama. Kebetulan aku punya booklet tentang kebakaran hutan yang kuperoleh ketika aku bergabung dalam tim Pride Campaign yang dilakukan oleh Yayasan Kaliandra S.E.J.A.T.I Prigen bekerja sama dengan USAID beberapa tahun lalu


Berikut ini adalah ringkasannya. Selamat menyimak…..

Di Indonesia, kebakaran hutan biasanya terjadi pada bulan Juli sampai Oktober dimana pada saat itu adalah musim kemarau. Umumnya kebakaran hutan terjadi karena :
1.         Membuang punting rokok dalam keadaan menyala
2.         Pembukaan lahan hutan untuk pertanian dengan cara membakar yang tidak terkendali
3.         Membuat arang di hutan tanpa pengendalian api yang baik
4.         Meninggalkan perapian di hutan dalam keadaan menyala

Dampak kebakaran hutan :
1.         Tanah menjadi kering dan gersang
2.         Cadangan air tanah menurun
3.         Mutu udara menjadi buruk dan berbahaya bagi manusia
4.         Fungsi penting hutan hilang

Bagaimana mencegah kebakaran hutan?
1.         Api adalah sumber kebakaran, waspda dan hati-hati terhadap hutan
2.         Kelola lahan pertanian dengan baik, serta tidak melakukan lading berpindah
3.         Reboisasi lahan gundul dan metode tebang pilih
4.         Bekerja sama membentuk kelompok Penjaga Hutan dan melakukan pemantauan dengan teratur
5.         Membuat Peraturan Desa tentang pengelolaan hutan untuk mencegah kebakaran hutan

Kebakaran hutan lereng Gn. Arjuno tahun 2014

Saat terjadi kebakaran, apa yang harus dilakukan?
1.         Melakukan koordinasi dengan pihak terkait secara cepat kalau terjadi kebakaran hutan
2.         Bekerja dalam satu koordinasi atau di bawah komandan satuan pelaksana pemadaman kebakaran
3.         Melakukan pemadaman api dengan :
a.         Menyiapkan peralatan pemadaman
·      Peralatan pertanian (arit, parang, kapak, cangkul)
·      Alat pemukul api, dapat dibuat dari karet penahan lumpur di roda mobil atau dari karung goni
·      Kentongan atau peluit
·      Pakaian yang tidak mudah terbakar , sepatu boot dan logistic (makanan dan minuman)
b.        Mengenali api dengan memperhatikan :
·      Waktu (pukul berapa). Api akan lebih panas saat siang hari
·      Angin
·      Melihat jenis tumbuhan
·      Lereng curam di sekitarnya. Api cenderung mejalar secara cepat kea rah atas lereng.
c.     Memastikan adanya rute aman untuk melarikan diri bila api tak terkendali
d.    Menghindari masuk ke bagian tengah padang rumput yang tinggi agar tidak terperangkap kobaran api
e.    Untuk kobaran api keil dan bisa dikendalikan, memadamkan api dimulai dari kepala (ujung depan) ke bagian sisi dan terakhir pada bagian belakang. Bila dirasa tidak aman atau tidak memungkinkan pemadaman bagian ujung maka upaya pemadaman lebih baik diutamakan pada perlindungan area yang bernilai tinggi di bagian samping dan belakang
f.     Selalu berhati-hati terhadap kemungkinan kobaran api berbalik arah dari ujung depan dan samping kea rah pemadaman

Hal-hal yang perlu dilakukan setelah kebakaran padam
1.         Penanaman kembali lahan yang telah terbakar
2.         Meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan
3.         Mendokumentasikan setiap kejadian kebakaran dan kegiatan penanganan agar dapat dipelajari pola penyebab dan pola penanganan yang efektif

Apa saja yang perlu dicatat jika terjadi kebakaran?
1.         Jam berapa terjadi kebakaran?
2.         Kawasan mana yang terbakar?
3.         Berapa luas lahan yang terbakar?
4.         Jenis tanaman apa yang terbakar?
5.         Berapa lama kawasan itu terbakar?
6.         Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan pemadaman?
7.         Siapa yang memberi informasi kebakaran?


So, lestarikan hutan kita ya, kawan!!! Hutan sangat penting untuk semua kehidupan di muka bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar