![]() | ||||
| Kebakaran hutan di lereng Gn. Arjuno tahun 2014 (dok. Sindonews | ) |
Berikut ini adalah ringkasannya. Selamat menyimak…..
Di Indonesia, kebakaran hutan biasanya terjadi pada bulan
Juli sampai Oktober dimana pada saat itu adalah musim kemarau. Umumnya
kebakaran hutan terjadi karena :
1.
Membuang punting rokok dalam keadaan menyala
2.
Pembukaan lahan hutan untuk pertanian dengan
cara membakar yang tidak terkendali
3.
Membuat arang di hutan tanpa pengendalian api
yang baik
4.
Meninggalkan perapian di hutan dalam keadaan
menyala
Dampak kebakaran hutan :
1.
Tanah menjadi kering dan gersang
2.
Cadangan air tanah menurun
3.
Mutu udara menjadi buruk dan berbahaya bagi
manusia
4.
Fungsi penting hutan hilang
Bagaimana mencegah kebakaran hutan?
1.
Api adalah sumber kebakaran, waspda dan
hati-hati terhadap hutan
2.
Kelola lahan pertanian dengan baik, serta tidak
melakukan lading berpindah
3.
Reboisasi lahan gundul dan metode tebang pilih
4.
Bekerja sama membentuk kelompok Penjaga Hutan
dan melakukan pemantauan dengan teratur
5.
Membuat Peraturan Desa tentang pengelolaan hutan
untuk mencegah kebakaran hutan
![]() |
| Kebakaran hutan lereng Gn. Arjuno tahun 2014 |
Saat terjadi kebakaran, apa yang harus dilakukan?
1.
Melakukan koordinasi dengan pihak terkait secara
cepat kalau terjadi kebakaran hutan
2.
Bekerja dalam satu koordinasi atau di bawah
komandan satuan pelaksana pemadaman kebakaran
3.
Melakukan pemadaman api dengan :
a.
Menyiapkan peralatan pemadaman
·
Peralatan pertanian (arit, parang, kapak,
cangkul)
·
Alat pemukul api, dapat dibuat dari karet
penahan lumpur di roda mobil atau dari karung goni
·
Kentongan atau peluit
·
Pakaian yang tidak mudah terbakar , sepatu boot
dan logistic (makanan dan minuman)
b.
Mengenali api dengan memperhatikan :
·
Waktu (pukul berapa). Api akan lebih panas saat
siang hari
·
Angin
·
Melihat jenis tumbuhan
·
Lereng curam di sekitarnya. Api cenderung
mejalar secara cepat kea rah atas lereng.
c.
Memastikan adanya rute aman untuk melarikan diri
bila api tak terkendali
d.
Menghindari masuk ke bagian tengah padang rumput
yang tinggi agar tidak terperangkap kobaran api
e.
Untuk kobaran api keil dan bisa dikendalikan,
memadamkan api dimulai dari kepala (ujung depan) ke bagian sisi dan terakhir
pada bagian belakang. Bila dirasa tidak aman atau tidak memungkinkan pemadaman
bagian ujung maka upaya pemadaman lebih baik diutamakan pada perlindungan area
yang bernilai tinggi di bagian samping dan belakang
f.
Selalu berhati-hati terhadap kemungkinan kobaran
api berbalik arah dari ujung depan dan samping kea rah pemadaman
Hal-hal yang perlu dilakukan setelah kebakaran padam
1.
Penanaman kembali lahan yang telah terbakar
2.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran
hutan
3.
Mendokumentasikan setiap kejadian kebakaran dan
kegiatan penanganan agar dapat dipelajari pola penyebab dan pola penanganan
yang efektif
Apa saja yang perlu dicatat jika terjadi kebakaran?
1.
Jam berapa terjadi kebakaran?
2.
Kawasan mana yang terbakar?
3.
Berapa luas lahan yang terbakar?
4.
Jenis tanaman apa yang terbakar?
5.
Berapa lama kawasan itu terbakar?
6.
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan
pemadaman?
7.
Siapa yang memberi informasi kebakaran?
So, lestarikan hutan kita ya, kawan!!! Hutan sangat penting untuk semua kehidupan di muka bumi ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar