Penayangan bulan lalu

Minggu, 14 Februari 2016

Yang Terakhir



Sayang foto yang tersisa cuman satu. Yang lainnya dipaksa hilang kena virus.

Nyesek juga liat foto ini karena beberapa saat setelah kegiatan ini aku harus resign dari Yayasan Kaliandra S.E.J.A.T.I yang sebenarnya masih aku cintai huhuhuhuhu.....

Iya, sebelum kerja di Museum Majapahit aku dulu pernah jadi Fasilitator Program dan jabatan saya yang terakhir (uhuk...) jadi Koordinator Program Budaya dan punya anak buah 3 orang yang sebenarnya senior banget di bidangnya. I love them so much. Miss you Mas Budi, miss you TJ, miss you Diyono Yusuf dan yang lain-lain juga heehehheh......

Oh iya, aku kenalin siapa-siapa saja yang ada di foto ini. Paling kiri itu ada mas Ponco, bagian keuangan, trus aku, sebelahku ada mas Anam masternya outbound, sebelahnya lagi ada mas Siswoyo atau akrab dipanggil mas Sis yang menurutku dia itu ensiklopedi berjalan dan yang paling kanan ada Sugi yang pegang ekowisata sekaligus penggagas kegiatan ini. Oh iya, yang moto namanya Rubby. Dia jarang mau difoto karena sesuatu dan lain hal hahahaha......

Nah si Sugi yang ngga mau dipanggil Sugik itu punya ide buat jalur sepeda cross country untuk jalur pendek, menengah dan panjang dengan jalur Wisata Kebun Teh Lawang sampai ke Kaliandra, yang lewatnya nanti belakang Taman Safari Prigen.

Buat aku, pengalaman bersepeda seperti ini adalah yang pertama kalinya jadi kebayang lah gimana rasanya. Ada rasa seneng karena ada hal baru yang bisa dilakukan, ada rasa capek luar biasa karena badan njarem semua. Dan akhirnya pulang ke kost mandi air anget di tengah suhu Prigen yang dingin kayak gitu. Maklum aja karena letaknya di lereng Gunung Arjuno di sekitar ketinggian 750 mdpl.

Siang itu kita diangkut naik APV, mobil kantor yang disopiri sama Rusdi. Kayaknya sepeda nya dulu diikat di atas mobil kayaknya. Kami didrop di kebun teh diiringi cuaca agak mendung, yah lumayan ngga panas-panas amat waktu itu. Kebetulan aku cewek sendiri di tim jadi wajar kalo aku suka ketinggalan di banding yang lain. Untunglah jalur masih jelas jadi bisa diikuti dengan aman. Kalo seumpama ada persimpangan biasanya ada yang nungguin untuk kasih tau. Hmmmm.....ndlosor sudah biasa, jungkir balik juga iya sampe kampas rem habis dan itu (sekali lagi untung) pas posisi udah mau nyampe Kaliandra jadi jalur ngga terlalu menurun tajam. Kita start sekitar jam 11 siang dan nyampe Kaliandra pas maghrib. Mungkin kalo buat orang yang hobi sepeda kayaknya ga harus selama itu untuk program ini.

Oh ya....yang namanya penggabungan sport sama kegiatan ekowisata, jadi kita sempatkan untuk survey ke Desa Tambakwatu Kecamatan Purwasari yang kita lalui untuk melihat sentra pembuatan kopi karena di situ ada kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha kopi rakyat. Lumayan kan kalo usaha seperti ini bisa dikenal sama masyarakat luas. Di Desa Tambakwatu juga ada KUD yang menampung susu sapi hasil perahan masyarakat. Trus apalagi ya dulu.....aku lupa.

Nah itu sekelumit pengalamanku pas ikut trial jalur cross country yang pertama, yang berikutnya masih nunggu ajakan dari berbagai pihak hehehehe.






Jumat, 12 Februari 2016

Menjadi Pemandu Museum itu .......

Menjadi pemandu museum itu menyenangkan karena bagi saya museum adalah tempat dimana saya bisa mengenal berbagai macam kebudayaan di dunia. Bagaimana tidak, Museum Majapahit tiap hari dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara dan di situlah saya bisa bertukar informasi dengan mereka. Dan percakapan akan semakin mengalir ketika saya sedikit mengetahui tentang kebudayaan di negara nya. Atau si wisatawan itu sendiri tahu sedikit tentang budaya Indonesia. Tentu saja ini akan memudahkan komunikasi karena akan nyambung satu sama lain.

Contohnya kemarin ketika saya memandu Javier dari Chicago, AS. Seorang Hispanic keturunan Mexico. Well....semua mengalir walaupun dengan bahasa inggris saya yang grathul-grathul ketika saya bilang saya mengenal lagu-lagu grup band Chicago dan Peter Cetera nya, saya ngefans dengan ksatria Indian Amerika seperti Geronimo, Sitting Bull dan yang lainnya, juga suku Inca, Maya serta Aztec. Dan juga diskusi tentang Apocalypto nya Mel Gibson yang menurutnya terlalu lebay dalam menggambarkan kekejaman penguasa Suku Maya. Dia bahkan ketawa terbahak2 ketika saya tunjukkan beberapa koleksi foto dan proverb ksatria Indian Amerika di hp saya yang sudah berkedip kedip kuning alias mau mati karena kehabisan batre. Sampai dia heran dan bilang kenapa saya sampai segitu nya pake nyimpen2 foto nya orang Indian segala. Ya saya ngefans nya udah dari jaman SD dulu, Om....batinku hahahahaha. Kan dulu banyak film-film Cowboy jaman Wild West dan pasti ada karakter Indian di dalamnya.

Nah...giliran tadi saya memandu keluarga dari Osaka Jepang, saya bingung karena saya kurang tahu (baca : kurang tertarik) dengan kebudayaan jepang. Masak ya saya harus cerita kalau magic com saya merk nya Miyako ketika saya tahu nama istrinya Mr. Yong itu Mrs. Miyako? Hadeeeehh....akhirnya saya cuma menyinggung tentang bendera Hinomaru dan bilang Arigato ketika mereka pulang seperti hal nya saya bilang Danke, Aufwiedersehen kepada turis Jerman. Karena cuma itu yang bisa saya katakan, selain bilang Ich liebe dich tentunya hahhahaha....


Dengan keluarga Mr. Yong dari Osaka Jepang

So, PR buat saya untuk lebih suka membaca pengetahuan tentang aneka kebudayaan di dunia biar nanti memandu wisatawan asing bisa lebih gayeng lagi sehingga terjadi tukar menukar pengetahuan. Kalo bisa...belajar bahasa asing selain bahasa Inggris tentunya. Itu sekelumit cerita saya tentang bagaimana suka duka nya menjadi pemandu museum, meskipun itu profesi yang ngga ada hubungannya sama sekali dengan ilmu di bangku kuliah dulu. Bagi saya...passion tetap nomor satu.

Selasa, 09 Februari 2016

MENGENAL LEBIH DEKAT TANAMAN MAJA (Crescentia cujete)


Sebagai seseorang yang mencintai bidang budaya dan alam, aku nyoba nulis ini. Dulu tulisan ini aku setor untuk mengisi salah satu rubrik di majalah DESAWARNANA yang diterbitkan oleh BPCB Jawa Timur. 

----------------------------------------------------------------------------------------

Siapa yang tidak pernah mendengar nama “Kerajaan Majapahit”?. Ya...tentunya bukan sebuah nama yang asing lagi di telinga masyarakat umum karena selalu menjadi salah satu topik pembahasan pada mata pelajaran Sejarah dari mulai bangku SD sampai SMA. Sebuah nama yang sangat melegenda karena kerajaan ini pernah berjaya di Nusantara pada abad 13. Cerita tentang pendirian kerajaan ini, tak luput dari kisah prajurit Raden Wijaya yang tengah menebang pepohonan di hutan Trik untuk dijadikan sebuah desa. Tanpa sengaja, prajurit itu memakan buah Maja yang rasanya pahit dan akhirnya beliau pun menamakan kerajaannya itu menjadi Kerajaan Majapahit. 

Artikel ini mengesampingkan perdebatan buah Maja yang mana kah yang dimakan oleh prajurit tersebut. Buah Maja manis yang masih sangat muda (yang mungkin terasa pahit) ataukah buah Maja yang kita kenal selama ini?. Berdasarkan ilmu botani diperoleh informasi bahwa buah Maja manis yang bernama ilmiah Aegle marmelos merupakan tanaman asli Asia yang tersebar mulai dari Pakistan, India, tenggara Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Kambodja, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Sedangkan buah Maja pahit yang bernama ilmiah Crescentia spp. berasal dari daerah Karibia, Mexico dan Amerika Tengah. Di artikel ini akan dibahas mengenai Maja jenis terakhir ini, yang memang lebih dikenal luas dan sering dijumpai di beberapa tempat. Bagaimana bentuk dan karakteristiknya, apa saja manfaatnya, dan bagaimana aplikasinya untuk menjadi media edukasi di Museum Majapahit? Silahkan simak informasi di bawah ini.


KARAKTERISTIK TANAMAN MAJA (Crescentia cujete)

Buah Maja ini dikenal dengan nama lokal Berenuk, Bernuk atau Brenuk, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Calabash Tree. Ada beberapa jenis Crescentia yaitu Crescentia cujete, Crescentia alata, dan Crescentia portoricensis. Bernuk Crescentia alata, berbentuk sama dengan Crescentia cujete, hanya ukuran buahnya agak lebih kecil. Yang buahnya berbeda adalah bernuk Crescentia portoricensis. Bentuk buahnya memanjang seperti labu air, dengan warna hijau tua.

Tanaman ini merupakan jenis tanaman perdu dengan tinggi 6 – 10 meter. Tajuk memanjang ke samping, cabang pohon panjang dan tertutup oleh kumpulan dedaunan. Umum dijumpai di tepi hutan, di padang rumput dan di tepi jalan sampai dengan ketinggian 420 meter di atas permukaan air laut. Kulit pohon berwarna pucat, daunnya bisa mencapai 20x6 cm, berbunga di bulan Mei – Januari. Buahnya bisa sebesar bola volley dan mencapai diameter 25 cm, berwarna hijau dengan kulit (tempurung) sangat keras. Kayunya keras, berat namun elastis.



MANFAAT TANAMAN MAJA

Meskipun dagingnya berasa pahit dan tidak bisa dikonsumsi sebagai buah pencuci mulut ternyata
secara umum tanaman ini mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain :

1.        Sebagai pupuk cair
Kandungan tanaman ini pernah diteliti di Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional Serikat Tani Indonesia di daerah Bogor. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata buah Maja dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk meningkatkan produktifitas tanaman buah dengan cara sebagai berikut : Buah maja yang tidak terlalu tua (jangan sampai terlalu tua karena kulitnya akan keras sekali) diambil dagingnya, lalu dihancurkan. Daging buah yang sudah hancur dimasukan ke dalam drum yang sudah terisi dengan campuran air dan urine ternak yang ada di sekitar kita. Setelah dicampur, diaduk lalu ditutup dan diamkan selama seminggu, setelah seminggu, buka kembali drum dan lakukan pengadukan lagi, setelah itu tunggu selama seminggu  lagi baru kemudian larutan tersebut bisa diaplikasikan. Untuk pengaplikasian bisa dilihat dari tingkat keenceran, jika larutan cukup pekat maka untuk pengaplikasian bisa diencerkan dengan perbandingan 1: 3 atau 1:5, jika larutan encer bisa langsung diaplikasikan ke tanaman, khususnya untuk tanaman yang menghasilkan buah. Pengaplikasian akan lebih efektif pada saat tanaman berbunga.

2.        Sebagai insektisida alami
Kandungan tanaman ini sangat tidak disukai oleh serangga yang bisa menjadi hama tanaman buah sehingga penyemprotan pupuk cair bisa berfungsi juga sebagai pengusir serangga.

3.        Sebagai pengusir tikus
Informasi manfaat buah Maja sebagai pengusir tikus didapat oleh penulis ketika bertemu dengan seorang warga Trowulan yang kala itu tengah asyik memunguti buah yang jatuh di halaman Museum Majapahit. Ternyata buah itu akan digunakannya sebagai pengusir tikus di rumah. Masuk akal, karena lagi-lagi kandungan zat di dalam buah yang membuat tikus-tikus itu “menghilang” karena mungkin indera penciumannya menangkap bau yang kurang mereka sukai. Caranya mudah yaitu cukup menaruh saja buah tersebut di daerah yang sering disinggahi oleh tikus.

4.        Sebagai bahan kerajinan
Tempurung buah Maja berukuran 2 kali lipat dari tempurung kelapa dan bertekstur keras. Namun di tangan orang yang kreatif, tempurung yang biasa menjadi limbah bisa diolah menjadi kerajinan yang menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan. Seperti yang dilakukan oleh seorang pengrajin dari Bogor yang mengolah tempurung buah Maja menjadi gayung, cangkir, poci/teko, tas tangan, dan lampu duduk. Caranya mudah, petik buahnya lalu buang dagingnya kemudian dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering, tempurung bisa langsung dibentuk sesuai selera. Untuk finishing bisa mempercantiknya dengan cat atau vernis.

5.        Sebagai tanaman peneduh jalan dan penghias taman
Tajuknya yang melebar dan daun yang rapat membuat tanaman ini cocok ditanam di taman kota atau di sisi jalan sebagai peneduh. Bisa juga ditanam sebagai penghias halaman rumah karena bentuk tanamannya yang unik dan menarik karena buahnya yang berbentuk besar, bulat berwarna hijau dan bisa tumbuh sampai puluhan buah pada satu pohon.

6.        Sebagai tanaman obat
Di daerah asalnya di Amerika Tengah, tanaman ini biasa digunakan sebagai obat alami untuk beberapa penyakit misalnya penyakit saluran kencing, sakit kepala, sakit gigi, sakit telinga, asma, luka bakar, batuk, demam, menstruasi yang tidak teratur, gangguan prostat. Di Haiti, St. Lucia dan Mexico, buah ini di jus untuk mencegah diare. Di Venezuela digunakan untuk menyembuhkan tumor dan radang. Di Karibia digunakan sebagai obat penahan rasa sakit, anti radang untuk menyembuhkan trauma. Di Kostarika digunakan sebagai obat pencahar/cuci perut.


TANAMAN MAJA SEBAGAI MEDIA EDUKASI DI MUSEUM MAJAPAHIT

Di halaman Museum Majapahit terdapat beberapa batang tanaman Maja. Hal ini menjadi inspirasi penulis untuk menjadikannya sebagai media pembelajaran bagi pengunjung Museum baik siswa-siswi sekolah maupun dari kalangan umum agar mereka tidak jenuh dengan hanya berkeliling melihat koleksi-koleksi Museum yang notabene adalah benda mati. Memandu anak-anak itu tidak gampang dan membutuhkan trik karena anak-anak butuh visualisasi dalam belajar. Mereka butuh bersentuhan langsung dengan obyek agar memberikan kesan mendalam.

Di bawah pohon Maja, penulis bisa bereerita tentang banyak hal. Ketika penulis bercerita tentang sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit, penulis menyuruh mereka membayangkan seolah-olah mereka adalah adalah prajurit Majapahit yang tengah kelelahan dan kehausan. Tak pelak mereka pun berebutan menyentuh batang, daun dan menciumi buah Maja, sambil merasakan tekstur, mengamati bentuk dan warnanya. Menyenangkan sekali ketika mereka asyik berceloteh menyampaikan apa yang sudah mereka rasakan. Tak lupa penulis juga bercerita tentang berbagai manfaat tanaman Maja bagi kehidupan manusia. Hal itu bisa menyadarkan mereka bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu di bumi ini pasti dengan maksud tertentu seperti juga tanaman Maja,walaupun tidak bisa dimakan ternyata bisa digunakan untuk obat, insektisida dll.

Untuk mengajak mereka mencintai lingkungan, penulis mengajak mereka mengelilingi pohon Maja dan memintanya untuk merapat ke pohon sambil bergandeng tangan. Sesaat kemudian, penulis meminta mereka membentuk lingkaran besar menjauh dari pohon sambil bertanya apakah ada perbedaan suasana antara ketika mereka berada di bawah pohon dengan di luar tajuk pohon. Pastilah mereka serempak menjawab bahwa berdiri di bawah pohon sangatlah sejuk dan suasana menjadi gerah dan panas ketika mereka ke luar dari tajuk. Nah, dari pengalaman itulah mereka bisa belajar tentang arti penting sebuah pohon sebagai peneduh udara dan manfaat secara ekologis lainnya, sehingga mereka tidak akan dengan seenaknya menebang pohon tanpa ada alasan yang kuat. Atau mengajak mereka mengenal bentuk daun dengan cara memetik satu daun kemudian meletakkan kertas di atasnya kemudian mengarsirnya dengan pensil. Dari arsiran itu akan tampak guratan-guratan tulang daun. Bagi kelas yang agak besar misalnya SMP dan SMA yang sudah mendapat mata pelajaran Biologi, maka dari pohon Maja bisa saja menjadi obyek pembelajaran klasifikasi tanaman mulai dari kerajaan, divisi, kelas, ordo, famili, genus, spesies dan sub spesies. Menarik bukan? Siapa bilang di Museum kita hanya belajar Sejarah? Ternyata di sana juga bisa belajar pengetahuan alam dan tentang hal lainnya.

Semoga bermanfaat.


Sumber :








Senin, 08 Februari 2016

PATUNG BUDDHA TIDUR DI TROWULAN



Tulisan ku kali ini akan bercerita tentang Patung Buddha Tidur di Trowulan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat belakangan ini, yang jumlah pengunjungnya melebihi jumlah pengunjung Candi di Situs Trowulan. Dan rumahku hanya beberapa meter dari tempat tersebut :).
Sebenernya tulisan ini ga sengaja aku buat. Beberapa tahun lalu aku dibujuk oleh tetangga agar aku membuat selebaran informasi tentang Patung Buddha Tidur. Hehehehehe.....karena mungkin aku sehari-hari biasa memandu tamu jadi mereka pikir aku pasti bisa buat selebaran kayak begitu.
Nah....karena ini selebaran lebih dikhususkan kepada anak-anak sekolah terutama anak-anak SD, aku buatlah tulisan sederhana full gambar. Sayang gambarnya ga bisa ikut ke copy paste. Jadi aku kasih di situ gambar Khrisna, Upin Ipin, Spongebob dll. Dan ngga lupa aku sisipkan pesan moral tentang pentingnya menjaga toleransi umat beragama dimana notabene pengunjungnya sebagian besar adalah umat Muslim. 

PESONA TROWULAN 
SERI  :  WISATA PATUNG BUDDHA TIDUR


SELAMAT DATANG DI WISATA PATUNG BUDDHA TIDUR !!!

AYOOO…..!!! YANG INGIN TAHU TENTANG WISATA PATUNG BUDDHA TIDUR, SILAHKAN SIMAK INFORMASI BERIKUT INI…….


            
ü          APA ITU PATUNG BUDDHA TIDUR
PATUNG BUDDHA TIDUR MERUPAKAN SALAH SATU PATUNG BUDDHA YANG ADA DI DALAM MAHAVIHARA MAJAPAHIT. PATUNG TERSEBUT MENGGAMBARKAN SANG BUDDHA GAUTAMA DALAM POSISI KETIKA BELIAU MENINGGAL. SANG BUDDHA GAUTAMA MERUPAKAN PENDIRI AGAMA BUDDHA, BERASAL DARI INDIA YANG HIDUP SEKITAR TAHUN 563 SM SAMPAI 483 SM.

PATUNG BUDDHA TIDUR MEMPUNYAI UKURAN PANJANG 22 METER, LEBAR 6 METER DAN TINGGI 4,5 METER. DAN DINYATAKAN SEBAGAI PATUNG BUDDHA TIDUR TERBESAR SE-INDONESIA MELALUI REKOR MUSEUM REKOR INDONESIA (MURI) DAN MENJADI NOMOR 3 SE-ASIA SETELAH THAILAND DAN NEPAL.

PADA BAGIAN LAPIK/ALAS PATUNG TERDAPAT RELIEF-RELIEF BERJAJAR YANG MENCERITAKAN TENTANG AJARAN SANG BUDDHA GAUTAMA. DAN DI SEKITAR PATUNG TERDAPAT KOLAM YANG MENGGAMBARKAN LAUT DIMANA ABU JENAZAH SANG BUDDHA DILARUNGKAN.

KOLAM IKAN TERSEBUT DIHUNI RIBUAN IKAN DARI BERBAGAI JENIS SEPERTI LELE, MUJAIR, BAWAL, GURAMI DLL. UNIKNYA, SEMUA IKAN-IKAN TERSEBUT TIDAK BOLEH DIPANCING/DIJARING. JADI PENGUNJUNG HANYA BOLEH MEMBERI MAKAN SAJA.

MENGAPA IKAN-IKAN TERSEBUT TIDAK BOLEH DIPANCING/DIJARING?
KARENA SANG BUDDHA GAUTAMA MENGAJARKAN BAHWA SEMUA UMAT MANUSIA HARUS MENYAYANGI SEMUA MAKHLUK TERMASUK IKAN. 


ü          DIMANAKAH LETAK PATUNG BUDDHA TIDUR BERADA ?
PATUNG BUDDHA TIDUR TERLETAK DI DALAM MAHAVIHARA MAJAPAHIT. MAHAVIHARA MAJAPAHIT MERUPAKAN TEMPAT IBADAH UMAT BUDDHA YANG TERLETAK DI DUSUN KEDUNGWULAN, DESA BEJIJONG KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO


ü         SIAPA YANG MENDIRIKAN PATUNG BUDDHA TIDUR?
MAHAVIHARA MAJAPAHIT DAN PATUNG BUDDHA TIDUR DIDIRIKAN OLEH YAYASAN LUMBINI ATAS PRAKARSA YM VIRYANADI MAHA TERA ATAU YANG LEBIH DIKENAL DENGAN NAMA BHANTE VIRYANADI. BELIAU ADALAH SALAH SEORANG PEMUKA AGAMA BUDDHA DI INDONESIA.


ü          KAPAN PATUNG BUDDHA TIDUR DIBUAT?
PATUNG BUDDHA TIDUR DIBUAT SEKITAR TAHUN 1993. SEDANGKAN MAHAVIHARA MAJAPAHIT DIBANGUN PADA TAHUN 1985 DAN DIRESMIKAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 1989 OLEH MAHA STHAVIRA ASHIN JINARAKKHITA (PEMUKA AGAMA BUDDHA) DAN GUBERNUR JAWA TIMUR, H. SOELARSO


ü          MENGAPA PATUNG BUDDHA TIDUR DIBUAT?
PATUNG BUDDHA TIDUR DIBUAT UNTUK MENGHORMATI SANG BUDDHA GAUTAMA YANG MERUPAKAN PENDIRI AGAMA BUDDHA. 


ü          BAGAIMANA PATUNG BUDDHA TIDUR DIBUAT?
PATUNG BUDDHA TIDUR DIBUAT OLEH PARA PENGRAJIN PATUNG DARI TROWULAN. TROWULAN MEMANG DIKENAL SEBAGAI TEMPAT PARA PENGRAJIN PATUNG. BAIK PATUNG YANG TERBUAT DARI BATU, LOGAM MAUPUN TANAH LIAT.

PATUNG INI DIBUAT DARI SEMEN BETON YANG DIBERI RANGKA BESI DI DALAMNYA DAN KONON DIBERI LAPISAN CAT YANG TERBUAT DARI EMAS.


TRUS, APA HUBUNGAN MAHAVIHARA MAJAPAHIT DENGAN KERAJAAN MAJAPAHIT YA ?
 

HUBUNGAN MAHAVIHARA MAJAPAHIT DENGAN KERAJAAN MAJAPAHIT
MAHAVIHARA MAJAPAHIT DIBANGUN DI TROWULAN, YANG MEMANG DIKENAL SEBAGAI BEKAS IBUKOTA KERAJAAN MAJAPAHIT. SEBUAH KERAJAAN BESAR YANG BERJAYA PADA ABAD 13 KARENA BERHASIL MENYATUKAN SELURUH NUSANTARA DI BAWAH PEMERINTAHAN RAJA HAYAM WURUK BERSAMA DENGAN MAHAPATIH GAJAH MADA.

KERAJAAN MAJAPAHIT DIKENAL SEBAGAI KERAJAAN YANG BERAGAMA HINDHU BUDDHA. DAN SALAH SATU PENINGGALAN MAJAPAHIT YANG BERCORAK BUDDHA ADALAH CANDI BRAHU, YANG LETAKNYA TIDAK JAUH DARI MAHAVIHARA MAJAPAHIT.
DAN TIDAK JAUH DARI MAHAVIHARA JUGA PERNAH DITEMUKAN SEBUAH ARCA BUDDHA YANG DIKENAL MASYARAKAT SEBAGAI ARCA JOKO DOLOG (SEKARANG ADA DI SURABAYA).

NAH, ATAS DASAR INILAH MAKA BHANTE VIRYANADI MEMBANGUN MAHAVIHARA MAJAPAHIT DI TROWULAN…….

AYO JUNJUNG NILAI-NILAI PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA MELALUI TOLERANSI UMAT BERAGAMA !!!

KITA BOLEH BERWISATA KE SANA…
TAPI, SSSTTT….TIDAK BOLEH BERISIK YA…!!!
NANTI BISA MENGGANGGU KETENANGAN UMAT BUDDHA YANG BERIBADAH DI SANA…

OH….JADI BEGITU CERITANYA…!!
                                                                 
BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGRWA
(Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran)
                                                             
CUPLIKAN DARI KITAB SUTASOMA – MPU TANTULAR
(MASA KERAJAAM MAJAPAHIT)
 








Selasa, 02 Februari 2016

IKUT KELAS INSPIRASI 2014


Hari brifing Kelas Inspirasi H-8, di Aula Rumah Sakit Gatoel Mojokerto

Kelas Inpirasi. Antara sadar dan engga, kayaknya saya pernah dengar dan membaca tentang kegiatan ini beberapa taun lalu tapi saya lupa baca nya di koran/majalah apa. Yah maklum lah saya ini orang yang gampang kena halusinasi. But, anyway busway saya bener-bener sadar tentang adanya gerakan ini pas saya baca posting an Buw Yuni tentang Kelas Inspirasi. Wah langsung aja deh saya buka official site dan saya pun mendaftar jadi relawan pengajar dengan PD nya. Eh beneran lhooo, dengan PD nya (pake underline !!!). Lah wong udah jelas-jelas disebutin kalo yang nglamar jadi volunteer KI itu adalah harus para professional. Wew….sedangkan saya? Heheheh saya cuma staf edukasi  di sebuah institusi milik pemerintah. Tapi, prinsip saya, apa pun kudu dicoba. Masalah ketrima atau engga itu urusan nomer kesekian. Ngga perlu nunggu kaya atau hebat dulu untuk bisa berbagi dengan sesama. Tapi yang jelas, saya suka dunia anak-anak. Titik.

Oke, saya isi form aplikasi KI dan kirim. Dan…..taraaaa……akhirnya saya tidak lolos, pemirsa. Hmmm…..ya sudahlah mungkin saya belum berjodoh dengan KI, sedih sih tapi ngga sampe nangis bombay pake guling-guling di lantai. Eh lah kok mak bedunduk beberapa hari kemudian….saya dapet sms dari nomer yang saya kasih nama Kelas Inspirasi Mojokerto yang isinya saya diminta datang untuk ikut briefing panitia. Ora popo wes, pikir saya saat itu. Tak ada rotan, Raam Punjabi (baca : rotan pun jadi :p).

Hari briefing pun tiba. Saya pun hanya bisa tolah toleh kayak kambiang (baca : kambing) soalnya ga ada satu pun makhluk di ruang pertemuan RS Gatoel itu yang saya kenal. Hmmm….tapi akhirnya saya pun berkenalan dengan kawan-kawan yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung ini. Dan oemji, saya yang dari rumah ber mind set bakalan jadi panitia malah ditodong jadi pengajar. Oalah ya sudah….kalo memang takdirnya begitu hehehehe. Oke fix…rombel 4 SDN Gunungsari di Dawarblandong. Daerah antah berantah (baca : jauh) yang belum pernah saya kunjungi. Saya akan bercerita tentang asyiknya bekerja di Museum.Oh ya....ini ada lah beberapa teman baru saya yang tergabung dalam rombel 4 yaitu : Mas Andy Susanto seorang fotografer, mbak Ela Hikmalia seorang Quality Control di PT. FINNA, mbak Nurul Isnaeni seorang akuntan di PT. Monsanto dan mas Sholahudin seorang wartawan di MNC Group. Sedangkan di bagian fotografi nanti dibantu sama adik kita Bahruddin Salam dan mas Aziz.

Cari-cari ide buat hari H dan mulai siapin property nya. Baiklah…saya akan bawa si japa biar anak-anak senang. Si Japa itu wayang kartun berkarakter Bagong yang biasa saya pake kalo pas mandu anak TK di Museum. Tapi khusus acara KI, saya buatin Japa yang baru karena si Japa asli sudah kucel dan amoh. Saya juga siapin beberapa patung terakota alias patung tanah liat bertemakan Majapahit made in Trowulan yang bisa dilihat anak-anak karena ga mungkin lah saya bawa koleksi Museum hehehehe….daripada saya nanti dikutuk jadi arca Ken Dedes. Selain itu saya juga bawa beberapa hadiah kecil buat anak-anak yang berani maju atau yang mau bertanya.

Biar ga terlalu deg-degan, saya ikutan survey ke SDN Gunungsari bareng kawan-kawan se-rombel. Makasih ya Pak e Thole sudah mau nganter heheheh….
Wow….sedih campur seneng liat sekolah dan anak-anak di sana. Mereka senang banget soalnya bakalan ada kakak-kakak Ki yang cakep dan imut yang bakalan jadi pengajar dadakan di sana (yang merasa cakep dan imut angkat tangan !!). Mereka semangat banget bantuin kami prepare buat hari H. 

Ikut upacara bendera di SDN. Gunungsari


Bersama tim pengajar

Dan hari yang dinanti telah tiba di tanggal 29 September 2014. Saya bangun jam 3 pagi dengan perasaan campur aduk yang mengakibatkan saya rada sakit perut. Yah walaupun sudah biasa ngadepin anak-anak, tapi ya tetep aja ada perasaan grogi. Dengan peralatan tempur yang saya sudah siapkan saya berangkat di pagi buta soalnya janji jam setengah enam pagi kudu sudah kumpul di halaman RS Gatoel, biar nututi ikut upacara bendera di sekolah.  Dengan empet empetan pake mobil mas Dinno n mas Andy, kami pun berangkat. Eh…lah kok ternyata upacara belum dimulai gara-gara Pak Kepsek nungguin kita datang dulu. Wah, jadi Tersanjung 6 nih…..(yang generasi 80 n 90 pasti tau maksud saya hehehe).


Ekspresi ceria SDN. Gunungsari

Pertempuran dimulai, saya kebagian ngajar gabungan kelas 1 dan 2, kelas 4 dan kelas 6. Masing-masing kelas membawa cerita sendiri-sendiri. Yang paling heboh itu kelas 1, 2. Paling kritis kelas 4 dan yang paling caper itu kelas 6. Kenapa kelas 1, 2 paling heboh? Karena jumlah anaknya paling banyak di antara yang lain. Waduuuhhh…..keringet saya sampe bercucaran segede jagung untuk handle segitu banyak anak. Anteng semenit dua menit, eeeehhh rame lagi. Ya sudah lah, memang anak-anak ya seperti itu. Kalo ada anak kecil yang super diem malah itu yang justru dipertanyakan. Karena usia mereka masih kecil pasti butuh visualisasi dalam penyampaian materinya akhirnya saya keluarin laptop, saya tunjukin foto tempat saya berkerja dan apa yang saya kerjakan selama ini. Dan agar mereka nyanthol dengan apa yang saya ceritakan, saya keluarkan si Japa, megaphone hasil pinjaman sekolah dan patung terakota yang bisa mereka pegang. Ada beberapa anak-anak yang juga praktek membersihkan patung pake kuas seperti yang biasa saya lakukan di museum.

Oh ya, setiap memulai kegiatan di tiap kelas, saya selalu mengucapkan selamat pagi walaupun saat itu hari sudah menjelang siang menthor menthor dan mengajarkan anak-anak Tepuk LUAAAAR BIASA!!! biar mereka selalu semangat dan ceria seperti kakak-kakak KI yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung ini heheheh….


Bersama wayang karakter Bagong yang ku beri nama Japa

Tuh...kan keliatan kalo mereka itu sudah mulai bergaya hehehehe

Ayoooo...tepuk semangat !!!!

Kelas 4, asyik…lebih tertib dari sebelumnya hehehe…aman terkendali lah pokoknya. Banyak yang tanya seputar sejarah Majapahit (lah kok malah tanya sejarah thoooo, Le…) tapi bagi saya ora popo, yang penting mereka sudah berani menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka. Karena audiens nya bisa dikendalikan saya bisa leluasa bercerita tentang banyak hal. Dan saya ajarkan sedikit bagaimana mereka bisa memvisualisasikan cita – cita mereka dengan cara nempelin gambar profesi yang mereka impikan di dinding kamar. Jadi pas mau tidur dan bangun tidur mereka jadi inget tentang cita-cita mereka sambil angkat tangan dan bilang, SAYA PASTI BISAAA !!! hehehehe….

Beda lagi nih di kelas 6 ceritanya. Susah susah gampang ngajak para pra ABG untuk bisa involve.

Menyitir dari status FB dikbro Daniek Hendarto yang mengatakan bahwa relawan adalah tempat belajar tanpa batas, dan berbanggalah kalian yang ada waktu sedikit untuk mengisi waktu kalian menjadi relawan. Dalem banget deh itu kata-kata. 

Penutupan kegiatan dengan simbolis pelepasan balon

Foto bersama dengan Kepala Sekolah dan para guru SDN. Gunungsari
Evaluasi kegiatan di Waroeng Rakyat
 




                                                         
                                                         










Ini video nya heheheheheh......